Tuesday, September 14, 2010

Preparing for Pregnancy: Part III



Preparing for Pregnancy: Part III
(Summarized from “Plan to Get Pregnant: 10 Steps to Maximum Fertility by Zita West)
Previous part:



Step seven: The mind-body link
Tipe kepribadian kita, bagaimana kita mengatasi stress, juga pengalaman masa lalu merupakan faktor faktor psikologis yang bisa mempengaruhi kerja tubuh. Stress pasti selalu ada dalam kehidupan kita, tidak bisa dihindari. “Therefore, how you deal with stress and other negative emotions that matters, not whether stress is or isn’t present in your life”. Yang perlu diwaspadai jika tanpa kita sadari, alam bawah sadar atau kepribadian kita yang justru mendatangkan masalah untuk diri kita sendiri, termasuk kesulitan mempunyai anak. Dikatakan juga di buku tersebut, “Emotions can block conception”.
Berbagai emosi negatif seperti, rasa takut, khawatir, cemas, marah, mudah cemburu atau iri dengan pasangan atau teman, juga perasaan bersalah yang terus menghantui diri sendiri dapat meningkatkan stress hormones, merangsang kerja saraf simpatik sehingga tubuh dalam keadaan “fight response”. Akibatnya keseimbangan hormon akan terganggu dan lagi lagi berakibat buruk pada fertilitas.
Berikut beberapa tips untuk mengatasi emosi negatif tersebut:
- Talking to someone close to you
Tidak harus suami, teman yang bisa kita percaya juga boleh boleh saja (jangan yang mulut ember …bisa tambah masalah baru deh hehehe).
- Making certain lifestyle changes
Olahraga teratur dan cukup tidur. Tentang hal ini sudah ditulis di artikel sebelumnya.
- Learning to relax
Mencoba melatih pernapasan lambat dan dalam bisa membantu rileks otot otot leher dan dada, juga memperlancar aliran sirkulasi darah. Melatih visualisasi, membayangkan tempat tempat yang menyenangkan seperti berada di pantai, bersantai sambil berjemur dsb, sambil melatih pernafasan juga membantu untuk rileks. Berbagai cara yoga, atau meditasi bisa diterapkan di sini. Seingat saya, salah satu kookier, Juwita- Sydney menguasi yoga/meditasi dan rasanya pernah menulis artikel tentang hal itu di KoKi.

Step eight: Complementary therapies
Meski saya produk pendidikan dokter konvensional, saya tidak menutup mata dengan maraknya pengobatan atau terapi alternatif sepanjang terapi tersebut masuk akal dan justru bisa membantu memaksimalkan hasil pengobatan konvensional yang ada. Saya senang karena buku ini juga menegaskan bahwa Complementary and Alternative Medicines (CAM) bukan berarti menggantikan segala macam diagnosa dari pengobatan konvensional, tapi sesuai namanya, “they simply complement mainstream medical practice” Memang sudah saatnya dunia kedokteran bergerak maju, saya setuju bahwa kombinasi antara pengobatan konvensional dan CAM dapat memaksimalkan hasil pengobatan keduanya “Combine mainstream medicine with complementary therapies to get the best of both worlds”. Tetapi sekali lagi, perlu diseleksi mana yang masuk akal dan tidak. Jangan hantam kromo semua yang alami, herbal atau natural pasti baik dan bahkan bisa menyembuhkan penyakit apapun seperti berbagai iklan yang sering saya terima. Pakailah logika kita sebelum memilih CAM yang baik.
Ingat, all herbal, all natural does not mean all safe or effective! Juga jangan lupa untuk selalu cek dan cek kembali semua informasi yang kita terima (sudah saya bahas sebelumnya di: http://charmedkath.blogspot.com/2009/02/health-related-rumors-check-and-re.html dan http://charmedkath.blogspot.com/2010/03/how-to-overcome-health-rumors.html

Bagaimana cara memilih CAM yang tepat dan cocok untuk diri kita? Jawabannya sederhana, lakukan riset sendiri dan banyak banyaklah bertanya baik ke dokter atau teman. Dengan mencari tahu info lengkap dari CAM yang kita minati, kita bisa memperkirakan apakah ini masuk akal atau tidak, cocok atau tidak dengan diri kita sendiri. Apalagi sekarang tinggal tanya mang Google, beres deh. Bertanya ke ahlinya atau ke teman bisa mendapatkan masukan atau rekomendasi yang berharga, asal jangan lupa lagi lagi semua info yang masuk diolah dulu ya dengan logika.
Berikut beberapa CAM yang selama ini sudah diakui dan cukup banyak pengikutnya:
- Nutritional Therapy
“You are what you eat”, setiap pribadi adalah individu yang unik, pola makan, dan makanan kesukaan dari setiap orang juga berbeda beda sehingga wajar jika diet yang cocok untuk satu orang belum tentu cocok untuk orang lainnya. Nutritional therapy merupakan salah satu metode CAM dengan prinsip bahwa nutrisi yang baik merupakan kunci kesehatan “our food is our medicine and our medicine is our food”. Jadi ayo coba perhatikan jenis makanan kita sehari hari, bisa jadi itulah salah satu sumber penyebab infertilitas yang bikin sakit kepala ini.
- Bodywork and movement therapies
Yang termasuk di sini antara lain: massage therapy, hydrotherapy, yoga therapy, physiotherapy, lymph drainage, dan sebagainya. Silahkan memilih yang cocok dengan kepribadian masing masing.
- Acupuncture and Traditional Chinese Medicine (TCM)
Saya rasa ini yang paling akrab di telinga kita, dan saya juga yakin banyak KoKiers yang sudah jauh lebih mengerti soal ini ketimbang saya. Saya juga tidak melarang pasien pasien yang lebih percaya pergi ke shinse daripada dokter, lebih percaya minum ramuan herbal daripada obat modern. Asal sekali lagi ingat, pilihlah shinse yang benar dan jujur, bukan yang tidak jelas asal usulnya. Juga pakailah logika sebelum mengkonsumsi semua obat obat herbal yang diberikan. Di buku ini diberikan website untuk acupunturist and Chinese herbalist yang sudah mendapat sertifikat resmi dari National Certification Commision for Acupuncture and Oriental Medicine (www.nccaom.org). Saya tidak tahu apakah di Indonesia sudah ada organisasi resmi seperti IDI yang mengatur para acupunturists yang berpraktek. Oh ya, kebetulan pengarang buku ini juga belajar acupuncture, tapi ia sendiri juga mengingatkan “I do not use or advise patients to use herbal medicine, because of possible adverse drug-nutrition interaction. I do, however, use acupuncture and massage, both of which I believe can help a woman who is trying to conceive”.
Dalam ilmu acupuncture, tubuh dan kesehatan kita diatur oleh suatu kekuatan yang disebut “qi” (dibaca:chee) yang mengalir di seluruh tubuh melalui jalan tertentu yang disebut meridian. Jika qi ini tidak seimbang, maka kita akan sakit. Nah, di sepanjang meridian tersebut terdapat titik titik acupuncture, dan dengan menusukkan jarum ke titik titik tersebut maka aliran qi dapat diatur untuk mendapatkan keseimbangan aliran qi tubuh. Begitu kira kira gambaran dasar konsep acupuncture.
- Mind-body medicine
Seperti langkah ke-7 di atas, kesehatan psikologis juga sangat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jangan biarkan diri kita tenggelam dalam stress, rasa sedih, iri melihat teman teman sekitar kita yang sudah mempunyai anak terlebih dahulu atau rasa tersinggung setiap kali ada mulut usil yang menanyakan kapan punya momongan. Biarkan saja semua itu, masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Bukan mereka yang berhak mengontrol hidup dan perasaan kita, toh kita berusaha sebaiknya dan biarkan Yang Di Atas yang memberikan. Segala sesuatu indah pada waktuNya, bukan waktu kita.
Rasanya cukup dulu kali ini saya menulis, biar tidak terlalu kepanjangan. Nanti step selanjutnya menyusul ya di artikel berikutnya.

Salam sehat,
Kathryn-Tokyo

No comments:

Post a Comment